Komunitas Ayam Hias Bawa Ayam Hias Di CFD Pekanbaru

Untuk memperkenalkan beraneka tipe ayam hias terhadap masyakat Pekanbaru, Komune Ayam Hias Riau melaksanakan sosialisasi di Car Free Day (CFD), Minggu (24/7/2016). Beraneka tipe ayam hias mereka bawa serta perkenalkan pada warga, dimulai dengan anakan sampai ayam jantan.

" Hari ini kita bawa lebih dari satu tipe ayam hias, dimulai dengan ayam serama, ketawa, polandia, kapas, ketawa walik serta yang lain. Ayam-ayam yg kami bawa ini masih tetap asing oleh warga umum, oleh karena itu kami bawa, biar mereka jadi lebih tahu sebetulnya tipe ayam itu banyak macamnya, " ungkap Ketua Komune Ayam Hias Riau, Doni. Baca: Burung Jogjog.

Dilanjutkannya, maksud akhir dari sosialisasi itu merupakan biar warga peminat ayam hias di Pekanbaru juga makin tambah. Jadi pelestarian hewan hias di Pekanbaru juga jadi tambah banyak.

" Ayam-ayam hias ini susah buat berkembang biak, jadi harga nya lantas cukup mahal. Umpamanya, anak ayam ketawa saja harga nya Rp200 ribu, sesaat yg udah pandai berkokok, harga nya hingga 2, 5 juta per ekor. Lain lagi dengan ayam polandia, baru menetas saja harga nya udah Rp150 ribu per ekor. Kami menginginkan ke depan kelak banyak warga yg tertarik membudidayakan ayam hias ini, jadi populasinya di Pekanbaru juga semakin tambah, " ujarnya. Baca: Burung Kutilang.

Ditambahkannya, dalam pembudidayaan hewan hias itu anggota Komune Hewan Hias Pekanbaru bekerja sama-sama dengan Dinas Peternakan Pekanbaru buat menberikan penyuluhan pemeliharaan ayam hias.

Doni menjelaskan, populasi ayam hias Riau udah berdiri mulai sejak th. 2013 lantas, tapi pada th. 2015 lantas, mereka vakum serta baru aktif kembali sebelum saat bln. ramadan tempo hari. Baca: Ayam Hutan.

" Anggota kita udah menjangkau beberapa puluh orang, mereka menyebar di semua Riau. Tapi, yg aktif cuma lebih kurang 15 orang. Beraneka acara serta laga kita selenggarakan serta ikuti, dimulai dengan dalam sampai luar Riau. Ke depan gagasannya, kita bakal aktifkan kembali beraneka kesibukan itu, " ujarnya.