Keunggulan Ayam Bekisar Pulau Kangean Sumenep Madura

Pulau Kangean/Bekisar Island ialah gambar ayam bekisar Pulau paling besar yang disebut sisi dari Kabupaten Sumenep Madura. Pulau Kangean kondang dengan Ayam Bekisar serta ada pula yang menyebutkan ayam cukir (hasil persilangan ayam kampung serta ayam rimba) serta sebagai Pulau penghasil Kelapa Tua yang unggul di Madura.

f:id:villananda29:20170315111622p:plain

Makam Pangeran Parajir, Penemu jenis burung cucak ijo Ayam Bekisar Kangean Sumenep
Salah satu seseorang tokoh asal Pulau Kangean yang menemukannya persilangan ayam kampung serta ayam rimba ada di desa Daandung atas. Menurut kesaksian warga setempat serta beberapa sesepuh desa Daandung Abd. Razak mengemukakan kalau : Pangeran Parajir ini yaitu ialah orang pertama kalinya yg menemukannya perkawinan Ayam rimba dg Ayam Kampung atau mungkin dengan kata lain perkawinan silang.

Hasil anakan ayam kampung serta ayam rimba tersebut yang lalu dimaksud ayam bekisar. Ayam bekisar mempunyai nada unik melengking. Makin melengking, harga nya juga makin melambung. Ketidaksamaan harga pastinya juga sesuai sama corak bulu yang dipunyai ayam bekisar itu.

Wajib Kamu Baca : cara memilih cucak ijo yang bagus

Peminat/Pembelim ayam bekisar cuma beberapa orang yang berduit, lantaran harga serta bunyinya yang uniklah ayam bekisar ini jadi menarik. Dapat diketemukan di Madura, didepan tempat tinggal orang kaya yang mempunyai ayam bekisar itu, kebanyakan ayam bekisar ini diberikan kurung spesial yang mana harga kurungnya juga mahal.

Pasti hasil dari perkawinannya itu bakal melahirkan BEKISAR, ada satu pertanyaan, Kenapa dinamakan BEKISAR? nyatanya nama itu mempunyai satu arti yg unik yg artinya (Bagiannya Untuk Beberapa Pembesar) .

Menurut Kades Daandung Buasan, bhwa pangeran parajir sebagai penggagas atau pencetus Budaya kerapan Kerbau atau dgn sebutan Pamajiran Bhs Kangean, maksud serta maksudnya yaitu untuk membangkitkkan semangat beberapa golongan petani serta cinta pada Hewan yg umum menunjang untuk membajak sawah beberapa petani.

Diluar itu juga untuk mempererat tali silatur rahim antar Desa yang satu dengan desa yang lain, di mana hal itu mampu dijalankan cuma selesai menanam padi atau manje' (baahsa Madura/Kangean) . Serta hingga sekarang ini Budaya Kerapan Kerbau masihlah bertahan sedang aktivitas Perkawinan Silang pada Ayam Rimba dengan Ayam Kampung udah mulai sirna bahkan juga terancam punah