Burung Jalak Putih Mulai Dilepas Liarkan Kembali

Empat puluh ekor burung jalak putih itu jalak putih gacor beterbangan bebas dari kurungannya. Mereka sukses dilepaskan liar kan ke alam di Cisarua, tempo hari. Populasi burung jalak putih yang bernama latin Sturnus melanopterus makin langka di Indonesia, sama seperti dengan burung jalak bali. Walau sebenarnya, mulai sejak 1980 sampai 1999, Indonesia telah berusaha kembalikan populasinya.

f:id:villananda29:20170315112150p:plain

" Bahkan juga saat itu, konservasi makanan jalak suren jalak putih melibatkan organisasi internasional serta dapat kembalikan 200 ekor ke Indonesia tetapi tidak berhasil, " kata Direktur Taman Safari Indonesia Tony Sumampau, Sabtu (11/6). Walau tidak berhasil, Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor saat ini sukses kembalikan kicauan jalak putih ke alam bebas. " Bila di perhatikan, Indonesia sudah sukses lakukan konservasi bahkan juga mengikutsertakan orang-orang sekitaran di Cisarua " ungkap Tony.

Tidak cuma lihat keberhasilan jalak putih, burung jalak bali yang juga mulai langka kembali ditingkatkan populasinya. Menurut Tony, ada sekitaran 3. 500 ekor jalak bali ada di penangkaran orang-orang. " Dahulu saat masihlah langka, jalak bali dapat seharga Rp 40 juta namun saat ini telah banyak penangkar jadi harga telah sekitaran Rp 4 juta saja, " terang Tony.

Begitu juga dengan juga jalak putih, dia meyakini bila melibatkan orang-orang jadi akan sukses. Dalam prosesnya, sebelumnya jalak putih dilepasliarkan, pengembangbiakan juga dikerjakan bekerja sama juga dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) serta Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Artikel Terkait : merawat jalak suren

Kerja sama itu mencakup lima desa dari dua kecamatan dan institusi pendidikan yang ada di sekitaran Taman Safari Indonesia. " Orang-orang sekitaran begitu utama terlebih sesudah jalak putih dilepasliarkan, mereka memiliki komitmen untuk turut melindungi satwa ini, " ungkap Tony.

Sedang sosialisasi ke institusi pendidikan mempunyai tujuan untuk lebih mengenalkan jalak putih. Tony menyebutkan pentingnya kesadaran serta menanamkan rasa cinta pada satwa mulai sejak umur awal. Dalam pelepasan burung itu juga di hadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup serta Kehutanan Siti Nurbaya.

Dia menilainya, dalam soal konservasi serta membuat lingkungan yang pas untuk satwa, Indonesia termasuk baik. " Sedikit tempat seperti Taman Safari, mungkin saja di Cina atau Amerika Latin. Namun di Eropa tak ada yang seperti ini, " ungkap Siti.

Menurut Siti, burung jalak bali memanglah telah dilindungi dalam Ketentuan Pemerintah No 7 Th. 1999. Begitu juga juga dalam ketetapan Undang-undang No 5 Th. 1994, kondisi burung yang habitatnya di Jawa, Bali, serta beberapa Nusa Tenggara Barat dalam kondisi gawat.

" Keberadaannya terancam oleh hilangnya habitat dan ramainya perburuan liar, " papar Siti. Karenanya, dia menilainya keadaan di Taman Safari sangatlah baik terlebih untuk konservasi.

Begitu juga dengan juga anggota Yayasan Burung Indonedia, Sri Sarianti yang menyebutkan lokasi Taman Safari pas dalam mengkonservasi burung jalak putih. Dia menerangkan, ketinggian Taman Safari sampai 1. 200 mtr. sangat cocok dengan habitat burung jalak putih.

Terkecuali keadaan lingkungan, habitat awal juga jadi dalah satu yang di perhatikan waktu melepas kembali burung itu. " Jalak putih ada di Jawa serta Bali, kita mesti pas kembalikan ke habitatnya. Tak dapat jalak putih Jawa dikembalikan di Bali, " ungkap Sri.

Hal itu menurut dia utama dikerjakan lantaran habitat burung jalak putih telah susah di Indonesia. Diluar itu, dia juga berasumsi utama monitoring burung yang telah dilepaskan kem bali.

Tony menyebutkan, burung yang dilepasliarkan telah dipasangkan sejenis chipdi sisi kulitnya. " Chip ini dapat mendeteksi, jati diri burung itu adalah asal dari tempat mana, " papar Tony.

Dalam peluang itu juga dikerjakan dengan cara simbolis penyerahan orangutan serta burung paruh bengkok.

Diluar itu juga harimau sumatra yang dinamakan Giring.

" Orangutan yang diserahkan adalah hasil dari Thailand yg tidak dapat dilepaskan lantaran telah sangat dewasa, " terang Siti.

Sesaat burung paruh bengkok juga adalah hewan penyerahan dari orang-orang yang keadaannya telah tak sehat. Lantas harimau sumatra juga terlebih dulu di tangkap di Maluku, disangka telah menyerang satu warga.