Suharjo dari Kaki Lima, Kini jadi Juragan

USAHA kerajinan sangkar burung udah mengganti nasib Suharjo, pedagang di Pasar Pramuka, Jaktim. Bagaimana tak, berasal dari pedagang Kaki-5 jalanan waktu ini jadi juragan burung di pasar itu.

BACA INI :  ciri ciblek jantan muda

Suharjo menjadi satu dari demikian banyak pemeran usaha yg dikira berhasil di pasar itu. “Alhamdulillah, usaha saya menjadi pedagang sangkar burung cukup berhasil, ” kata Suharjo kala dijumpai di Pasar Burung Pramuka, Jl Raya Pramuka, Jaktim.

Sepanjang belasan th. menjalani usaha itu, ia udah miliki tempat tinggal serta mobil atau sawah di kampung halamannya di Klaten, Jawa Tengah.

Iapun tdk berhenti bersukur kalau mengingat saat lalunya yg acapkali terjaring razia Satpol PP saat waktu jualan minuman di daerah Pramuka. Dari umumnya dirazia serta dagangan diambil petugas, Suharjo selanjutnya bermanuver menjalani sangkar burung.

“Awalnya saya cuman jual product sangkar hasil karya tetangga di kampung, tetapi selanjutnya berkembang jadi lebih luas kembali, ” ujar pria yg akrab di panggil Harjo.

Di kiosnya yg mempunyai ukuran seputar 100 M2 ada beberapa ratus kandang bermacam ukuran serta brand. Dimulai dari kandang kecil utk burung lovebird, ciblek, perkutut, hingga kandang ukuran besar utk burung muraibatu, cucakrawa atau beo. Kandang yg dipasarkan dimulai dari mutu lagi tengah yg harga nya pada Rp 100 ribu serta Rp 500 ribu hingga mutu bagus yg harga nya juta-an rupiah.

Product yg dipasarkan Harjo biasanya datang dari Jawa Tengah serta Jawa Barat akan tetapi ada juga yg datang dari Jawa Timur. Dia termasuk juga jual beragam sangkar bermerek seperti Ebod Jaya, Oriq Jaya, BnR, serta yang lain. “Mau diperlukan sangkar harian atau lomba, seluruhnya berada pada sini, ” ujar Harjo yg tambah banyak mengatasi sektor kasir.

Menurut dia dari th. ke th., pelanggannya bertambah banyak lantaran ia tdk pengin tidak sesuai keinginan pelanggan. “Pelanggan mesti beroleh jaminan keyakinan. Jangan sempat mereka bayar kandang baru tetapi beroleh product cacat. Ini mesti dicegah benar biar jadi promosi buat toko saya sendiri, ” kiatnya.

Walaupun di ruangan pasar ini masih banyak pedagang sangkar akan tetapi kios Harjo jadi diantara satu primadona pelanggan. Di kios ini menempatkan harga toko dengan sebutan lain harga sesuai yg tak dapat ditawar kembali, akan tetapi harga nya masihlah relatif murah.

BACA JUGA :  cara merawat ciblek biar gacor

Omset penjualan sangkar di toko punya Harjo tiap-tiap hari meraih juta-an rupiah. Lebih-lebih apabila weekend seperti hari Sabtu serta Minggu, jadi omsetnya meraih belasan juta rupiah. Karena amat ada banyak pelanggan yg datang, jadi Harjo merekrut enam pekerja utk melayani pelanggan. Banyak pekerja ini punyai pekerjaan beraneka ragam, salah satunya mengecat sangkar yg masihlah mentah, menempatkan tangkringan atau wadah pakan dan seterusnya