Cangkang Kerang Ternyata Bisa Jadi Penangkal Limbah

Devina Grisella kelihatan tersenyum renyah kala menunjukkan eksperimennya yg mampu menghambat penyebaran limbah industri di perairan. Siswi kelas XII SMA Santa Laurensia, Alam Sutera, Tangerang ini didapuk jadi juara pertama arena analisa tingkat nasional atas eksperimennya itu.

BACA  : jenis jenis ikan cupang

Dia laksanakan analisa berbarengan relasi sekolahnya ialah Christoper Prasetya Mulya. Keduanya sukses menyedot perhatian juri dengan analisa karya ilmiah yg dikompetisikan memanfaatkan cangkang kerang hijau.

" Yg melatar belakangi kami utk laksanakan ini lantaran pencemaran limbah yg sangat membuat resah warga, " kata Devina, di SMA Santa Laurensia, Alam Sutera, Senin (14/12/2017).

Menurut dia, pencairan limbah itu berefek ke susunan warga. Khususnya banyak nelayan yg sangatlah rasakan imbasnya. " Beberapa saat lalu, beberapa ribu ikan mati di Pantai Ancol. Oleh sebab itu, kami tergerak utk laksanakan analisa ini, " ucap dara manis berumur 17 th. itu.

Devina berbarengan Christoper menentukan bahan baku cangkang kerang hijau dalam eksperimennya. Banyak orang-orang yg melahap kerang cuma dagingnya saja, sesudah itu cangkangnya dicampakkan. " Walaupun sebenarnya didalam cangkang kerang itu mempunyai kandungan zat yg mampu meminimalkan rancu limbah di perairan, " sambung Devina.

Dia menuturkan, zat yg ada didalam cangkang kerang dapat menyerap limbah industri. Maka dengan percobaan itu, persentase logam di perairan mampu dinetralisir. " Ini diinspirasi dari ibu saya. Saya gemar makan kerang. Ibu saya menyebutkan, apabila makan kerang senantiasa tubuh kita dapat menyerap logam berat, " jelasnya.

Devina serta Christoper menekuni percobaan ini sepanjang dalam kurun saat dua bln.. Serta dibantu oleh guru pembimbing sekolah dalam merampungkan penelitiannya. " Hasilnya awalannya kami cuma diperlukan seputar 500 gr cangkang kerang hijau, " sambung Christoper.

BACA JUGA : gambar kerang

Lantas, cangkang kerang ini dihaluskan. Selanjutnya dicampurkan di air. " Hasil cangkang yg dihaluskan di gabung ekstrak kayu bakau, " pungkasnya. Sesudah itu dimasukan ke oven, cuma tersisa partikel-partikel bentuk padat pada percobaan ini.

" Hasil dari analisa ini dimasukkan ke perairan seperti laut serta sungai. Lantas partikel padat itu mengendap ke, serta berjalan lah sistem netralisasi limbah. Air jadi jernih, " ucapnya.